Tugas 6 Galuh panca Teorema de Morgan

Teorema de Morgan 

Komplemen 2 atau lebih variabel – variabel gerbang AND sama dengan komplemen variabel khusus gerbang OR. Digunakan untuk mengubah bolak–balik dari bentuk minterm bentuk penjumlahan dari pada hasil kali SOP ke dalam bentuk perkallian dari pada penjumlahan POS dari pernyataan Boolean. Teori De Morgan dapat ditulis: A + B = A . 

Teorema ini menyatakan bahwa komplemen dari hasil penjumlahan akan sama dengan hasil perkalian dari masing-masing komplemen. Teori ini melibatkan gerbang OR dan AND. Penulisan dalam bentuk fungsi matematisnya sebagai berikut.

Dalam logika proposisional dan aljabar Boolean , hukum De Morgan [1] [2] [3] adalah sepasang aturan transformasi yang keduanya merupakan aturan inferensi yang valid . Mereka diberi nama setelah Augustus De Morgan , seorang matematikawan Inggris abad ke-19. Aturan memungkinkan ekspresi konjungsi dan disjungsi murni dalam istilah satu sama lain melalui negasi. Aturan tersebut dapat dinyatakan dalam bahasa Inggris sebagai:

negasi dari disjungsi adalah konjungsi dari negasi dan negasi konjungsi adalah disjungsi dari negasi

atau komplemen penyatuan dua set sama dengan perpotongan komplemennya dan komplemen perpotongan dua himpunan sama dengan gabungan komplemennya.

atau bukan (A atau B) = bukan A dan bukan B dan Bukan (A dan B) = bukan A atau bukan B









Sifat-sifat atau teorema Boolean digunakan untuk menyederhanakan fungsi-fungsi suatu untai digital. Tabel di bawah ini merupakan sifat-sifat aljabar Boolean secara umum :

Satu Variabel (Single Variable)

1      X + 0 = X Bound Law

2      X + 1 = 1 Bound Law

3      X . 0 = 0 Bound Law

4      X . 1 = X Bound Law

5      X + X = X Idempotent Law

6      X . X = X Idempotent Law

7      X + X’ = X Negation Law

8      X . X’ = 0 Negation Law

9     (X’)’ = X Double Negation Law


Dua Variabel (Two Variables)

10     X + Y = Y + X Commutative Law

11     X . Y = Y . X Commutative Law

12     (X + Y)’ = X’ . Y’ De Morgan’s Law

13     (X.Y)’ = X’ + Y’ De Morgan’s Law

14     X.(X+Y) = X Absorption Law

15     X + (X.Y) = X Absorption Law


Tiga Variabel (Three Variables)

16     X+(Y+Z) = (X+Y)+Z Associative Law

17     X.(Y.Z) = (X.Y).Z Associative Law

18     X.(Y+Z) = X.Y + X.Z Distributive Law

19     X + Y.Z = (X+Y) . (X+Z) Distributive Law

20     (X+Y+Z)’ = X’ . Y’ . Z’ De Morgan’s Law

21     (X.Y.Z)’ = X’ + Y’ + Z’ De Morgan’s Law


Rangkaian kombinatorial

Pada dasarnya rangkaian logika (digital) yang dibentuk dari beberapa gabungan komponen elektronik yang terdiri dari bermacam-macam gate dan rangkaian-rangkaian lainnya , sehingga membentuk rangkaian elektronika yang bersifat kompleks dan rumit. Untuk mengatasi hal tersebut maka dipergunakanlah beberapa penyederhanaan rangkaian logika.

Dalam penyederhanaan rangkaian logika, dapat menggunakan beberapa cara, diantaranya:

1. Metode Aljabar Boolean

Metode Aljabar Boolean merupakan suatu metode penyederhanaan rangkaian logika yang dilakukan dengan menerapkan aturan-aturan atau teorema Boolean. Metode ini lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan menggunakan tabel kebenaran untuk menyederhanakan suatu rangkaian fungsi logika yang panjang.


2. Metode Maxterm Minterm (Sum of Product Product of Sum)

Metode ini selain digunakan untuk penyederhanaan suatu rangkaian logika juga dapat digunakan untuk mendesain rangkaian logika. Untuk menggunakan metode ini dikenal dua cara penyajian fungsi Boolean yaitu :

suku­min (singkatan dari “suku minimum” minterm, "minimum term"), simbol: mn


3. Sum Of Product (SOP), nilai 1

Bentuk rangkaian SOP ini terdiri dari sekumpulan gerbang AND yang diumpankan

ke sebuah gerbang OR.

Prosedur desain dengan metode SOP (Sum of Product) :

1. Menentukan tabel kebenaran

2. Menulis minterm (ANDterm) dari masing-masing kombinasi input yang menghasilkan output 1

3. Menulis persamaan SOP sebagai persamaan outputnya

4. Menyederhanakan persamaan output tersebut

5. Menggambarkan rangkaian dari hasil step 4

sukumax (singkatan dari “suku maksimum” maxterm, maximum term), simbol: Mn



4. Product of sum (POS), nilai 0

Rangkaiannya akan terdiri dari sekumpulan gerbang OR yang diumpankan ke sebuah gerbang AND.

Prosedur desain dengan metode POS (Product of Sum) :

1. Menentukan tabel kebenaran

2. Menulis maxterm (ORterm) dari masing-masing kombinasi input yang menghasilkan output 0

3. Menulis persamaan POS sebagai persamaan outputnya

4. Menyederhanakan persamaan output tersebut

5. Menggambarkan rangkaian dari hasil step 4



Soal pilihan ganda 

Note : yang ada tanda () jawabannya

1. Ada berapa metode konvrensi dari desimal ke biner ?

(A.) 3

B. 6

C. 9

D. 4

2. Apa yang bukan basis dari bilangan heksadesimal?

 a. B                                                        

 b. D         

 c. F  

(d.) H

3. Dalam logika proposisional dan aljabar Boolean , hukum De Morgan [1] [2] [3] adalah 

A. sepasang aturan transformasi yang keduanya merupakan aturan inferensi yang tidak valid

B. sepasang aturan yang keduanya merupakan aturan inferensi yang valid

(C). sepasang aturan transformasi yang keduanya merupakan aturan inferensi yang valid

D. Kedua aturan transformasi yang keduanya merupakan aturan inferensi yang valid

4. Sistem bilangan yang menggunakan radiks atau basis 8 disebut?

a. Biner                                                  

b. Heksadesimal   

c. Desimal                                

(d.) Oktal

5.Ciri ciri BCD adalah 

(A.) BCD itu bukan nomer sistem

B. BCD adalah nomer sistem

C. BCD itu merupakan sistem desimal

D. BCD itu nomer sistem bawaan

6. Sistem bilangan heksadesimal memiliki basis

a. 2                                                       

(b.) 16       

c. 10                                               

d. 8

7. Bentuk bilangan desimal dari bilangan biner 1011 adalah

a. 8                                                         

b. 10                  

c. 9                                    

(d.) 11

8. Setiap digit yang di conversi dari BCD ( binary coded desimal ) itu adalah 

A. Early

(B.) Equivalen

C. Emt

D. Shall

8. Bentuk 56DE apabila dikonversikan kebilangan biner maka hasilnya

a. 010101011011110

(b.) 101011011011110

c. 0101100111101011

d. 1110110101011011

9. Angka yang dikenal pada sistem bilangan oktal adalah

a. 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9

b. 0,1,2,3,4,5

(c.) 0,1,2,3,4,5,6,7

d. 0,1,2,3,4,5,6,7,8

10. Sebagian besar sistem digital hexadesimal ada beberapa kelompok bit yaitu ?

A. 4, 10, 14, 18

(B.) 8, 16, 32, 64

C. 2, 6, 8, 12

D. 3, 6, 8, 10

11. Setiap bilangan hexadesimal terdiri dari 

A. 0 sampai 9

B. 0 dan 1

C. 0 sampai 7

(D.) 0 sampai f 

12. Setiap binary aritmatika ada berapa ?

(A.) 4

B. 8

C. 7

D. 3

13. Kepanjangan dari ASCII adalah?

(A.) American standard code for information interchange

B. American soft call information interpretation

C. American standard code interested interesting

D. American standard code internet information

14. Bentuk bilangan oktal dari bilangan desimal 75 adalah

a. 521                                                    

(b.) 113         

c. 142                                          

d. 511

15. Kuantitas analog dan digital mempunyai seperangkat nilai nilai yang ?

A. Simbol dan digit

B. Kuantitas dan kualitas

C. Konsep dan kondusif

(D.) Kontinu dan diskrit

16. Compact disc (CD) merupakan sebuah sistem yang menggunakan kedua sistem yaitu ?

A. Kontinu dan diskrit

(B.) Digital dan analog

C. Simbol dan digit 

D. Konsep dan kondusif

17. Apa yang bukan jenis jenis sistem bilangan?

a. bilangan bulat                                      

b. bilangan desimal        

c. bilangan octal             

(d.) bilangan biner

18. Apa yang dimkasud dengan sistem bilangan?

a. suatu cara untuk mewakili item fisik

(b.) suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik

c. suatu cara untuk mewakili angka

d. suatu cara untuk mewakili besaran angka

19. Sistem bilangan yang menggunakan radiks atau basis 2 disebut

(a.) Biner                                                  

b. Heksadesimal 

c. Desimal                           

d. Oktal  

20. Hexadesimal memakan memori sampai berapa ?

A. 7 bit

B. 8 bit

(C.) 4 bit

D. 6 bit


Sumberhttps://onlinelearning.uhamka.ac.id/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 9 Galuh panca wirasa latches, flip flop Dan pewaktu

Tugas 10 galuh panca rangkaian register