Tugas 2 Galuh panca wirasa rangkuman konsep digital
Pengertian analog
Analog adalah sistem pengolahan sinyal yang datanya diolah secara kontinyu, atau bertahap. Dengan kata lain Sistem analog mempunyai “range” dalam pengolahan data dan sinyal.
Pengertian digital
Digital adalah pengolahan sinyal yang datanya diolah secara diskrit, yaitu nilainya berubah secara ekstrim (naik atau turun secara drastis).walaupun di mata kita sinyal tersebut terlihat kontinyu (analog), namun sebenarnya sinyal tersebut adalah piksel-piksel yang tersusun tidak kontinyu (digital).
Dalam representasi analog, kuantitas suatu besaran dinyatakan dengan tegangan, arus atau jarak perpindahan yang sebanding dengan nilai kuantitas tsb. Kuantitas analog memiliki nilai yang bermacam-macam di sepanjang rentang waktu. Contoh dari peralatan yang menggunakan representasi analog adalah spidometer kendaraan bermotor dan termometer yang menggunakan air raksa.
Representasi analog merupakan suatu cara merepresentasikan kuantitas fisik, seperti suhu atau kecepatan, dengan tegangan atau arus kontinue yang proporsional. Tegangan atau arus analog dapat memiliki nilai pada range tertentu baik itu pada voltmeter maupun pada amperemeter. Pada sistem analog sinyalnya bersifat kontinue : Hubungan yang mulus (smootly). Deretan nilai yang tidak terputus dengan tidak ada perubahan sesaat.
Sedangkan untuk Dalam representasi digital, sebuah kuantitas dinyatakan tidak secara proporsional terhadap nilainya tetapi dinyatakan sengan simbol digit. Representasi digital juga merupakan suatu cara merepresentasikan kuantitas fisik dengan deretan bilangan biner. Penunjukan digital hanya dapat memiliki nilai diskrit tertentu. Pada sinyal diskrit , terdapat pemisahan ke dalam segmen atau bagian yang berbeda. Sebuah deretan nilai yang tidak kontinue.Dalam suatu proses Analog, pengukuran dilakukan dengan membandingkan tahap, suatu besaran standar (refernsi) dan akan berlangsung secara kontiniu (tanpa terputus). Sedangkan dalam proses digital, hasil pengukuran diperoleh dengan cara perhitungan secara diskret dan hanya berlangsung dalam interval‐interval tertentu.
Rangkaian analog
Rangkaian analog adalah rangkaian yang memanipulasi atau beroperasi pada data analog. Dalam fisika, serta elektronik, analog adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sinyal atau fungsi yang dapat mengambil nilai apa pun di wilayah tertentu. Sinyal analog kontinu. Sinyal tegangan sinusoidal adalah contoh yang sangat baik untuk sinyal analog. Sinyal analog memiliki banyak nilai tak terhingga di antara dua nilai yang diberikan. Namun, ini dibatasi oleh kemampuan dan resolusi instrumen yang digunakan untuk mengukur sinyal ini Sinyal analog dapat dideteksi dan dianalisis menggunakan instrumen seperti osiloskop sinar katoda, voltmeter, amperemeter, dan perangkat perekam lainnya. Jika sinyal analog harus dianalisis menggunakan komputer, maka harus diubah menjadi sinyal digital. Ini karena komputer hanya mampu menangani sinyal digital. Komputasi analog dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat seperti penguat operasional dan transistor.
Rangkaian digital
Rangkaian digital merupakan rangkaian yang tersusun dari komponen digital dan menggunakan notasi sinyal digital. Sinyal digital yang pada umumnya diketahui hanya memiliki dua nilai saja yaitu sinyal logika rendah (‘0’) dan sinyal logika tinggi (‘1’). Untuk sistem tegangan DC 5V, logika rendah (‘0’) direpresentasikan dengan tegangan 0V, sedangkan logika tinggi (‘1’) direpresentasikan dengan tegangan 5V
perbedaan antara Rangkaian Digital dan Rangkaian Analog
• Rangkaian analog beroperasi pada data analog sedangkan rangkaian digital beroperasi pada data digital.
• Rangkaian analog biasanya memiliki daya pemecah yang lebih besar daripada rangkaian digital.
Operasi logika NOT
Fungsi NOT adalah membalik sebuah variable biner, misalnya ketika inputannya adalah low maka outputnya adalah high dan ketika inputannya high maka outputnya low
Operasi logika AND
Operasi pada AND jika salah satu atau keseluruhan input berupa bilangan biner 0, maka keluaran (output) yang dihasilkan adalah 0. Sedangkan, apabila keseluruhan masukan (input) berupa bilangan biner 1, maka keluaran yang dihasilkan adalah 1.
Operasi logika OR
Operasi pada OR jika salah satu atau semua masukan berlogika 1, maka nantinya akan diperoleh keluaran berupa 1 pula. Pun demikian ketika seluruh masukan menggunakan bilangan biner 0, maka nantinya hasil yang dikeluarkan juga akan menjadi 0.
Komentar
Posting Komentar