Tugas 3 Galuh panca sistem bilangan

Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.

20=1, 21=2, 22=4, 23=8, 24=16, 25=32, 26=64

Dalam sistem komunikasi digital modern, dimana data ditransmisikan dalam bentuk bit-bit biner, dibutuhkan sistem yang tahan terhadap noise yang terdapat di kanal transmisi sehingga data yang ditransmisikan tersebut dapat diterima dengan benar. Kesalahan dalam pengiriman atau penerimaan data merupakan permasalahan yang mendasar yang memberikan dampak yang sangat signifikan pada sistem komunikasi. Biner yang biasa dipakai itu ada 8 digit angka dan cuma berisikan angka 1 dan 0, tidak ada angka lainnya.

Desimal Biner (8 bit)

0              0000 0000

1              0000 0001

2              0000 0010

3              0000 0011

4              0000 0100

5              0000 0101

6              0000 0110

7              0000 0111

8              0000 1000

9              0000 1001

10            0000 1010

11            0000 1011

12            0000 1100

13            0000 1101

14            0000 1110

15            0000 1111

16            0001 0000

17            0001 0001

18            0001 0010

19            0001 0011

20            0001 0100

21            0001 0101

22            0001 0110

23            0001 0111

24            0001 1000

25            0001 1001

26            0001 1010

27            0001 1011

28            0001 1100

29            0001 1101

30            0001 1110


Dari desimal ke biner

Misalkan 

Desimal = 10.

Bilangan yang mendekati 10 adalah 8 (23), selanjutnya hasil pengurangan 10-8 = 2 (21), sehingga dapat dijabarkan seperti berikut:

10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20)

Dari perhitungan di atas bilangan biner dari 10 adalah 1010.

Dapat juga dengan cara lain yaitu 10: 2 = 5 sisa 0 (0 akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner), 5(hasil pembagian pertama): 2 = 2 sisa 1 (1 akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner), 2(hasil pembagian kedua): 2 = 1 sisa 0(0 akan menjadi angka ketiga terakhir dalam bilangan biner), 1(hasil pembagian ketiga): 2 = 0 sisa 1 (1 akan menjadi angka pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis, sehingga bilangan biner dari 10 = 1010. Atau dengan cara yang singkat:

10:2=5(0), 5:2=2(1), 2:2=1(0),

1:2=0(1) sisa hasil bagi ada yang di buka tutup kurung, maka jadi 1010.


Operasi aritmatika dengan bilangan biner 

1. Penjumlahan Bilangan Biner

Pada penjumlahan bilangan biner sebenarnya sama aja dengan proses penjumlahan pada bilangan decimal atau yang biasa kita lakukan. Hanya saja angka dalam bilangan biner hanya terdiri dari angka 0 dan 1, dan memiliki aturan dasar, yaitu:

0 + 0 =0

0 + 1 = 1

1 + 0 = 1

1 + 1 = 0, karena digit terbesar biner adalah 1, maka hasilnya dikurangi 2. (1+1= 2, 2-2=0, carry / simpanannya 1 yang akan digabungkan dengan perhitungan berikutnya)

Contoh:

Pada perhitungan penjumlahan bilangan decimal:

15 + 35 = 50

Dan pada penjumlahan bilangan binernya adalah:

1111 + 100011 = ....

Penyelesaian

Lakukan perhitungan berdasarkan aturan dasar penjumlahan bilangan biner, maka hasilnya:  

1111
100011 +
110010


2. Pengurangan Bilangan Biner

Pada pengurangan bilangan biner sebenarnya sama saja dengan proses pengurangan pada bilangan decimal atau yang biasa kita lakukan. Hanya saja angka dalam bilangan biner hanya terdiri dari angka 0 dan 1, dan memiliki aturan dasar, yaitu:

0 – 0=0

1 – 0= 1.

1 – 1=0

0 - 1 = 1 

Contoh:

Pada perhitungan pengurangan bilangan decimal:

50 – 35 = 15

Dan pada pengurangan bilangan binernya adalah:

110010 – 100011 = ....

Penyelesaian

Lakukan perhitungan berdasarkan aturan dasar pengurangan bilangan biner, maka hasilnya:

110010
100011 -
      1111

3. Perkalian Bilangan Biner

Pada perkalian bilangan biner sebenarnya sama saja dengan proses perkalian pada bilangan decimal atau yang biasa kita lakukan. Hanya saja angka dalam bilangan biner hanya terdiri dari angka 0 dan 1, dan memiliki aturan dasar, yaitu:

0 x 0 = 0

1 x 0 = 0

0 x 1 = 0

1 x 1 = 1

Contoh:

Pada perhitungan perkalian bilangan decimal:

15 x 9 = 135

Dan pada perkalian bilangan binernya adalah:

1111 x 1001 = ....

Penyelesaian

Lakukan perhitungan berdasarkan aturan dasar pengurangan bilangan biner, maka hasilnya:

Operasi Aritmatika bilangan biner


4. Pembagian Bilangan Biner
Pada pembagian bilangan biner sebenarnya sama saja dengan proses pembagian pada bilangan decimal atau yang biasa kita lakukan. Hanya saja angka dalam bilangan biner hanya terdiri dari angka 0 dan 1, dan memiliki aturan dasar, yaitu:
0 : 1 = 0
1 : 1 = 1

Contoh

0 : 1 = 0
1 : 1 = 1
101 / 1111101 \ 11001
        101 _
         101
         101 _
          0101
            101 _
              0

BCD (binary coded desimal)

Dalam komputasi dan sistem elektronik, desimal berkode biner (BCD) adalah sebuah kelas pengkodean biner dari bilangan desimal yang masing-masing digit dalam desimalnya diwakili oleh jumlah bit tetap, biasanya empat atau delapan. Pola-pola bit khusus ini kadang-kadang digunakan sebagai penanda atau untuk indikasi lain (misalnya kesalahan atau overflow).

Dalam sistem berorientasi bit (seperti pada sebagian besar komputer modern), istilah BCD yang terbongkar (unpacked BCD) biasanya menggunakan seluruh bita untuk masing-masing digit (sering kali termasuk sebuah tanda), sedangkan BCD yang terkemas (packed BCD) biasanya mengkodekan dua digit desimal dalam satu bita dengan mengambil keuntungan dari fakta bahwa empat bit saja cukup untuk mewakili satu digit angka dengan rentang 0 sampai 9. Namun, untuk penggunaan pengodean 4 bit yang tetap, dapat bervariasi untuk alasan teknis seperti Ekses-3.

BCD digunakan di banyak komputer desimal awal dan diimplementasikan dalam set instruksi untuk mesin seperti seri IBM System/360 dan keturunannya, Digital Equipment Corporation VAX dan Motorola berseri prosesor 68000. Sekarang, BCD masih digunakan dalam bidang keuangan, komersial, dan industri komputasi yang tidak menoleransi kesalahan pembulatan pecahan yang melekat dalam representasi biner floating point.

Cara Konversi Bilangan Desimal ke Kode Bilangan BCD (Binary Coded Decimal)

Dalam proses konversinya, setiap angka dari bilangan desimal dikonversikan satu per satu menjadi 1 kelompok bilangan biner (4 bit) seperti contoh:

Pertama, pisahkan angka desimal sesuai dengan bobotnya kemudian tuliskan kode BCD yang ekuivalen untuk mewakili setiap digit desimal yang bersangkutan.

Konversi Bilangan Desimal 48910 ke kode BCD :

4 = 0100

8 = 1000

9 = 1001

Bilangan desimal 48910 yang dikonversikan ke kode BCD adalah menjadi 0100 1000 1001 atau 010010001001BCD.



pilihan ganda

1.Sebagian besar sistem digital hexadesimal ada beberapa kelompok bit yaitu ?
A. 4, 10, 14, 18
(B.) 8, 16, 32, 64
C. 2, 6, 8, 12
D. 3, 6, 8, 10

2.Ada berapa metode konvrensi dari desimal ke biner ?
(A.) 3
B. 6
C. 9
D. 4

3.Setiap bilangan hexadesimal terdiri dari ?
A. 0 sampai 9
B. 0 dan 1
C. 0 sampai 7
(D.) 0 sampai f 

4.Setiap binary aritmatika ada berapa ?
(A.) 4
B. 8
C. 7
D. 3

5.Hexadesimal memakan memori sampai berapa ?
A. 7 bit
B. 8 bit
(C.) 4 bit
D. 6 bit

6.Kepanjangan dari ASCII adalah?
(A.) American standard code for information interchange
B. American soft call information interpretation
C. American standard code interested interesting
D. American standard code internet information

7.Setiap digit yang di conversi dari BCD ( binary coded desimal ) itu adalah 
A. Early
(B.) Equivalen
C. Emt
D. Shall

8.Ciri ciri BCD adalah 
(A.) BCD itu bukan nomer sistem
B. BCD adalah nomer sistem
C. BCD itu merupakan sistem desimal
D. BCD itu nomer sistem bawaan

9.Kuantitas analog dan digital mempunyai seperangkat nilai nilai yang ?
A. Simbol dan digit
B. Kuantitas dan kualitas
C. Konsep dan kondusif
(D.) Kontinu dan diskrit

10.Compact disc (CD) merupakan sebuah sistem yang menggunakan kedua sistem yaitu ?
A. Kontinu dan diskrit
(B.) Digital dan analog
C. Simbol dan digit 
D. Konsep dan kondusif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 6 Galuh panca Teorema de Morgan

Tugas 9 Galuh panca wirasa latches, flip flop Dan pewaktu

Tugas 10 galuh panca rangkaian register